Tempat Infinix dan Xiaomi, Tersebut Contoh Perang Sindir Antar Brand Smartphone

0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

Jakarta, Selular. ID – Brand smartphone Infinix dan Xiaomi baru-baru ini menjadi pancaran. Pasalnya, kedua perusahaan smartphone ini beberapa hari yang lalu berseteru setelah keduanya saling sindir di jalan sosialnya masing-masing.

Perseteruan itu bermula kala Poco Indonesia mengunggah postingan di laman Instagram resminya yang membandingkan keunggulan Poco M3 dengan ponsel “Entry-Level” kompetitor lain yang diberi tulisan “Hot 10s”, yang barangkali merujuk pada Infinix Hot 10s.

Tak tinggal diam, kaum hari berikutnya, akun Infinix Indonesia membalas sindiran itu dengan mengunggah postingan sebentuk. Seperti unggahan di Instagram Poco Indonesia, Infinix   memposting sebuah poster yang didalam nya terdapat tulisan smartphone Hot 10s dengan disandingkan dengan gambar kerangka ponsel   beserta jepitan “Katanya Jawara”, dan tampak tulisan samar “9T” pada background keseluruhan poster.

Melihat dari poster tersebut, kuat kemungkinan kalau ponsel yang dimaksud Infinix ialah Xiaomi Redmi 9T. Kemudian berkat komporan lantaran satu diantara netizen, akhirnya kias panas Infinix tersebut sampai ke telinga Bos Xiaomi, Alvin Tse.

Alvin nampak panas membara dan menyebut bahwa unggahan itu “sangat buruk serta menyesatkan”. Alvin juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki benar untuk membawa masalah ini ke kementerian karena iklan Infinix yang dianggap memutar.

Baca selalu: Ini Hikmah yang Bisa Dipetik dari ‘Konflik’ Infinix Vs Xiaomi  

Deretan “Perang Sindir” Antar Brand Smartphone

Melihat dari perseteruan Infinix & Xiaomi di Atas, sejatinya persoalan seperti ini sering kali terjadi antara kaum vendor smartphone. Jika kita refleksi informasi terdahulu, telah ada contoh beberapa adu sindir antara brand smartphone, salah satunya yang baru pada tahun 2019 kelam, brand smartphone Samsung melalaikan media sosial Weibo menyindir brand smartphone Huawei secara mengunggah poster berisi kias yang meperlihatkan bahwa skor DxOMark Samsung Galaxy S10 Plus lebih besar lantaran smartphone Huawei P30 Pro untuk sektor kamera pati dan kamera depannya.

Lalu, masih pada tahun 2018, contoh berikutnya ada Huawei yang menyindir Apple dan Samsung. Kala itu, Huawei memanfaatkan keputusan otoritas kompetisi Italia, dengan menilai Apple dan Samsung sengaja menurunkan performa supaya pengguna memperbarui  software   ponsel.

Setelah berita tentang keputusan dari otoritas kompetisi Italia itu, Huawei langsung mengunggah sindiran di laman Twitter resminya, yang sekaligus untuk mempromosikan  smartphone   terbarunya di saat itu, yaitu Mate 20.

“Kami tidak akan menurunkan performa ponsel untuk memaksa  upgrade . Kami bangga #HuaweiMate20Pro #BornFastStaysFast, seperti  smartphone   ana yang lain. #NeverSlowDown, ” begitulah kicau Huawei.

Kemudian contoh yang terakhir, pada tahun morat-marit, Samsung menyindir Apple secara menyudutkan smartphone terbarunya, yakni iPhone 12. Melalui laman resmi Facebook nya, Samsung menyinggung terkait iPhone 12 yang dijual tanpa charger.

Selain dibanding beberapa contoh yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi kasus-kasus kias lainnya antara merek smartphone jika kita menelusur bertambah dalam.

Pelajaran yang Bisa “Dipetik”

Berkaca dari kasus saling sindir antara Infinix dan Xiaomi yang baru-baru ini terjadi, serta beberapa kasus sindirian di masa lalu, sejatinya branding  dengan gaya saling menyindir di dalam negeri bisnis terutama antar perusahan smartphone memang sudah menjelma tren. Tetapi terlepas daripada itu semua, alangkah baiknya tetap dilakukan dengan memakai kode etik dan tidak menjatuhkan nilai jual dibanding masing-masing smartphone tersebut, pedengan “bersaing secara sehat”, dan biarkan netizen yang menilai serta memilih sendiri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Samsung Galaxy M21 Prime Jadi Dipasarkan
Next post Seperti Ini Bocoran iOS 15