Hakim: CEO Apple Enggan Mengakhiri Masalah Pengembang Aplikasi

0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

Jakarta, Selular. ID –  Kesaksian CEO Apple Awak Cook telah selesai, dan pada hati ini, Senin (24/5), baik Epic & Apple harus menyampaikan dalih penutup mereka. Setelah siap, Hakim Federal Yvonne Gonzales Rogers akan memeriksa semua kesaksian yang direkam selama persidangan dua minggu dengan dimulai dengan CEO Epic Tim Sweeney di mimbar dan diakhiri dengan CEO Apple Tim Cook yang menjawab pertanyaan di bawah sumpah. Karena ini adalah sidang pengadilan tanpa wasit, hakim akan mengeluarkan putusannya pada pertengahan Agustus.

Sebelum eksekutif mengundurkan diri dari mimbar, Hakim Gonzalez Rogers ingin membahas survei yang dilakukan oleh Apple yang menunjukkan 39% pengembang perusahaan tidak senang secara cara raksasa teknologi menyalurkan aplikasi mereka. Dengan banyaknya pengembang yang menunjukkan ketidaksenangan mereka, hakim ingin cakap apakah Apple merasa harus “memenuhi kebutuhan mereka”.

Cook mengatakan, mengingat jumlah aplikasi yang ditolak oleh Apple, “perselisihan” secara pengembang aplikasi selalu terjadi dan perselisihan ini faktual baik untuk pengguna karena membuat mereka merasa kalau aplikasi yang mereka instal “aman dan tepercaya. ”

Hakim Gonzalez Rogers menanggapi dengan mengucapkan kepada eksekutif puncak Apple, “tampaknya Anda tidak merasakan tekanan atau persaingan untuk mengubah cara Anda di dalam mengatasi masalah pengembang”.

Menurut Engadget, ketua mengatakan “sangat signifikan” sebagian besar pembelian dalam penggunaan berasal dari aplikasi game dan mencatat bahwa permintaan perbankan seperti Wells Fargo hanya membayar iuran pengembang tahunan kepada Apple. Peristiwa itu membuat Hakim Gonzales Rogers bertanya kepada Cook apakah aplikasi game mensubsidi semua aplikasi gratis dalam App Store.

Eksekutif tidak setuju, menyatakan aplikasi gratis membantu menghasilkan lalu lintas di gardu untuk semua pengembang praktik.

Apple dilaporkan menerima $100 juta dari Fortnite selama periode 30 bulan.

Awak Cook juga mengungkapkan tempat tidak tahu berapa penuh Google membayar Apple buat menjadi mesin pencari default di iOS dan menyarankan Hakim agar pertanyaan tersebut diajukan ke Google. Cook juga ditanyai oleh adjuster Epic tentang kebijakan Apple di China di mana perusahaan tersebut dikatakan bertambah terbuka untuk berkompromi dengan pemerintah. Misalnya, di China, data iCloud milik kongsi dimiliki negara.

Epic memicu gugatan sesudah Apple menghapus Epic lantaran App Store tahun berantakan. Pengembang mempromosikan platform pembelian dalam aplikasinya sendiri dengan memungkinkan Epic memangkas bentuk pendapatan di platform Apple sebanyak 30% yang dihasilkan dalam aplikasi. Tindakan Epic melanggar aturan Apple serta mengarah ke gugatan itu.

Selama uji coba, seorang karyawan Apple bersaksi selama periode 30 bulan, Apple menghasilkan setidaknya $100 juta dalam “komisi” dari Fortnite sambil membelanjakan $1 juta untuk mempromosikan game populer tersebut.

Screengrab dari ArsTechnica menunjukkan Epic menawarkan kepada pengguna iOS dan Android diskon $2 untuk pembelian 1. 000 V-Bucks jika mereka membayar pembelian menggunakan platform Pembayaran Langsung Epic alih-alih menggunakan Apple ataupun sistem pembayaran Google.

Seperti Apple, Om google juga mengumpulkan sebanyak 30% dari harga pembelian dalam aplikasi yang dilakukan melalaikan Google Play Store. Namun, karena pengguna Android diizinkan untuk melakukan sideload aplikasi dari toko aplikasi bagian ketiga (di iOS tidak diizinkan), Play Store tidak dianggap anti persaingan seolah-olah App Store.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Cara Mengedit Foto Dengan Smartphone Menggunakan Aplikasi Snapseed
Next post Hisense Touch Ditopang Prosesor Octa Core 1. 8GHz