Melihat Lagi Upaya-upaya LG Berdiam di Industri Smartphone

0 0
Read Time:2 Minute, 59 Second

Jakarta, Selular. ID – Chaebol Korea Selatan LG akhirnya mengambil keputusan drastis. Mulai bulan itu, perusahaan tak lagi membikin smartphone demi menghindari kerugian yang terus membengkak. Kemalangan yang diderita LG diperkirakan mencapai 4, 5 miliar dollar, sebagai akumulasi daripada perjalanan bisnis selama dekat enam tahun terakhir.

Keputusan mundur dibanding bisnis smartphone sesungguhnya tak mengejutkan. Pasalnya rencana itu sudah disampaikan pada Januari tahun ini. Manajemen LG tak menampik bahwa bisnis smartphone LG sedang terpengaruh. Selama ini perusahaan terus berjuang untuk menghasilkan menyaruk di tengah persaingan   bisnis smartphone yang super ketat dengan vendor lainnya.

Dalam pesan internal kepada para stafnya, CEO LG Kwon Bong-seok mengisyaratkan akan ada modifikasi arah bisnis telepon bakir LG ke depan.   Perusahaan mempertimbangkan semua tindakan yang mungkin, termasuk penjualan, penarikan dan pengurangan usaha ponsel cerdas.

Sebelum keluarnya keputusan buat melikuidasi bisnis smartphone-nya, LG sesungguhnya sudah mencoba bervariasi upaya untuk bisa bertahan. Salah satunya mengganti pupus pimpinan divisi smartphone di dalam Desember 2017. Perusahaan menetapkan Hwang Jeong-hwan sebagai presiden dan CEO LG Mobile, menggantikan pejabat sebelumnya Juno Cho.

Di Desember 2020, perusahaan mengambil kebijakan drastis, yaitu untuk mengatur ulang divisi ponsel demi menghindari kerugian yang telah lama diderita. Vendor yang berbasis di Seoul itu, berupaya meningkatkan program outsourcing untuk smartphone bagian bawah hingga menengah. Para analis menilai kebijakan drastis itu ditempuh LG jadi upaya untuk memotong biaya, sekaligus bisa bersaing dengan vendor-vendor China.

Kebijakan yang ditempuh LG tidak mengagetkan. Pasalnya, LG telah mengatakan pada Oktober 2019   bahwa itu akan memperluas kebijakan memakai ODM ke jajaran smartphone kelas menengah, dari sebelumnya hanya smartphone kelas bawah.

Program itu mengacu pada outsourcing desain dan pembuatan smartphone, dengan LG membubuhkan labelnya di produk. Selain memilih untuk melibatkan vendor lain untuk memproduksi line up di kelas bawah, LG pula telah menghapus beberapa letak penelitian dan produksi, mengikuti merombak beberapa divisi asing.

Cara tersebut ditempuh LG, sebagai bagian dari upaya untuk menumpukkan R& D dan penerapan in-house pada smartphone premium. Sementara smartphone yang membidik segmen menengah ke kolong akan diproduksi oleh mitra ODM.

Selain perubahan di strategi manajemen dan produksi, LG juga berencana menjual unit mobile ke konglomerat Vietnam, VinGroup. Diketahui di Januari 2021, VinGroup sudah memberikan penawaran menarik untuk membeli bisnis smartphone LG. Grup perusahaan yang didukung oleh militer Vietnam tersebut, kabarnya akan menyumbang 14% dari kapitalisasi pasar daripada perusahaan-perusahaan Vietnam yang terdaftar.

VinGroup memang tengah berekspansi ke zona teknologi, melalui akuisisi wahana produksi mutakhir LG. Tak tanggung-tanggung, mereka akan mengakuisisi semua pabrik manufaktur smartphone LG Electronics di tiag negara, masing-masing Vietnam, China dan Brasil.

Selain VinGroup, Facebook selalu menjadi salah satu kongsi yang tertarik untuk menyerap paten terkait selular LG dan kekayaan intelektual lainnya, dan bukan pada teknologi perangkat kerasnya.

Sayangnya, negosiasi yang dikerjakan LG dengan kedua kongsi raksasa tersebut tak menemukan kesepakatan. Alih-alih menjual, LG lebih memilih untuk menyuntik mati bisnis ponsel yang telah dikembangkan oleh perusahaan sejak 2002.

Dengan mundurnya LG, maka dengan sendirinya perusahaan mengakhiri dua pilot proyek dengan sebelumnya tengah digarap. Baru,   LG Wing secara fitur layar utama yang dapat berputar, merupakan smartphone pertama yang diluncurkan jadi bagian dari Explorer Project .

Kedua,   Rainbow Project yang diharapkan menjadi flagship klasik, kelanjutan sebab V-series. V60 ThinQ mempunyai chip Snapdragon 865 & LG Rainbow yang mau menampilkan Snapdragon 875.

Sebelumnya, meski rekan terdampak pandemi covid-19, LG berharap dapat mengirimkan sekitar 26 juta smartphone di dalam 2020. Dengan berbagai pembaruan termasuk kehadiran smartphone dengan dapat dilipat, LG memboyong target lebih tinggi. Chaebol Korea itu, mematok penjualan sekitar 30 juta bagian pada 2021. Namun barang apa daya semua itu saat ini tinggal rencana.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Apa-apa Rahasia Terbesar Akan halnya Lotre?
Next post Lotere Dosa: Mengabaikan Kurang lebih Strategi untuk Menumbuhkan Peluang Anda buat Menang