Telkom Ikut Konsorsium Kabel Bahar Bersama Facebook dan Keppel T&T

0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

Jakarta, Selular. ID – Telkom mencuaikan anak usahanya Telin beserta Keppel Telecommunications & Transportation Limited (Keppel T& T), melalui anak perusahaannya, Keppel Midgard Holdings Pte. Ltd. (KMH) dan anak perusahaan Facebook Inc. (Facebook) akan membangun sistem komunikasi kabel laut yang menghubungkan Nusantara dengan Singapura dan Amerika secara langsung.

Sistem komunikasi kabel bahar (SKKL) yang diberi nama Bifrost dengan panjang bertambah dari 15. 000 km ini, diharapkan selesai pada awal tahun 2024. Masa beroperasi secara penuh, SKKL Bifrost nantinya akan menjelma kabel laut yg memiliki transmisi berkecepatan tinggi, teknologi canggih dan terkini beserta memiliki kapasitas terbesar yang melintas di Asia Pasifik.

“TelkomGroup menggunakan Telin berinvestasi dan menjadi anggota konsorsium kabel laut Bifrost bersama Facebook dan Keppel. TelkomGroup bukan sekedar menjadi mitra untuk berhenti atau landing party untuk SKKL Bifrost, tetapi kita benar-benar berinvestasi dan memiliki hak suara di klub. Bahkan segmen SKKL yang berlabuh ke Jakarta dimiliki 100% oleh Telin. Itu merupakan bukti nyata TelkomGroup menjaga kedaulatan NKRI di bisnis kabel laut, ” tegas Direktur Wholesale & International Service Telkom, Dian Rachmawan.

Diharapkannya, dengan pengaturan tersebut hendak menjadi milestone kerja sepadan antara operator telekomunikasi dengan OTT (Over The Top) seperti Facebook dalam mendirikan infrastruktur telekomunikasi dengan langgeng memperhatikan kepentingan dan kedaulatan NKRI dalam aspek kesejahteraan, ekonomi (pajak dan PNBP) serta menjaga kompetisi yang sehat dalam industri telekomunikasi.

Pembangunan SKKL Bifrost juga menunjukkan kontrak TelkomGroup dalam mengembangkan infrastruktur digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Kehadiran SKKL Bifrost tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas global Indonesia dengan daya yang besar dan teknologi terkini sehingga mampu menutup kebutuhan bandwidth internet yang sangat besar dari Nusantara, di samping menambah kemahiran sistem kabel laut internasional khususnya untuk rute ke Amerika. Di samping tersebut, pada SKKL Bifrost tersebut juga disiapkan branching bagian (BU) ke arah Balikpapan dan Manado yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi kebutuhan infratruktur di agenda Ibukota baru dan selalu Kawasan Timur Indonesia. Sebelumnya, Telin juga sudah membangun kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) dan kabel SEA US yang memper Singapura, Indonesia, Filipina, Guam, Hawai, dan Amerika.

Melonjaknya permintaan bandwidth data global tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga menjadi tren dalam regional. Peningkatan adopsi teknologi cloud (komputasi awan), keinginan streaming video resolusi mulia, pertumbuhan yang eksponensial di dalam penggunaan perangkat seluler serta pengembangan teknologi 5G menjelma pemicu peningkatan permintaan daya koneksi global melalui pola kabel laut di wilayah Asia Pasifik. Pembangunan kabel laut Bifrost ini mendaulat Telin sebagai salah mulia pemain papan atas di penyediaan kabel laut di kawasan Asia Pasifik. Telin saat ini telah mengoperasikan berbagai kabel laut Internasional seperti Thailand-Indonesia-Singapore (TIS), Dumai-Malaka Cable System (DMCS), Asia-America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable (SJC), South East Asia-Middle East-West Europe (SEA-ME-WE) 5, Indonesia Global Gateway (IGG), dan South East Asia-United States (SEA-US) Cable.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Apa sebab HK Hari Tersebut Memiliki Keunggulan di Taruhan?
Next post Jalan Memainkan Game DT HK